Thursday, 23 February 2017

TIPS MENINGKATKAN VOLUME SUARA MURAI BATU



Memaksimalkan Volume Kicauan Murai Batu
Bagi burung kicauan, termasuk Murai Batu kemampuan suara kicauannya menjadi salah satu tolak ukur yang sangat penting. Apalagi bagi Murai Batu yang ingin diikutsertakan dalam sebuah lomba. Tentu hal yang menjadi aspek penilaian utama para juri lomba adalah suara kicauannya. Biasanya poin-poin yang akan dinilai oleh para juri yakni melihat dari segi variasi kicauan yang dikeluarkan, merdu tidaknya kicauannya, dan kegacoran Murai Batu saat lomba.

Semua poin-poin di atas tidak akan ada artinya jika Murai Batu yang dilombakan memiliki volume suara yang pelan. Apalah jadinya kemampuan suara kicauan yang handal tetapi tidak diiringi dengan kekuatan volume suara. Juri lomba pun akan sulit menilai karena suara kicauan yang dikeluarkan tidak kedengaran dikarenakan tertutupi oleh suara-suara kicauan dari burung yang lain. Di sinilah kita menjadi sadar betapa pentingnya kekuatan volume suara pada burung kicauan, dalam hal ini Murai Batu.

Perlu diketahui, kekuatan (volume) suara yang dihasilkan oleh Murai Batu bisa berbeda-beda. Tergantung dari kemampuan pita suara yang dimiliki. Sehingga Murai Batu yang menghasilkan suara yang merdu dan kuat, itu berarti burung tersebut dasarnya memiliki pita suara yang bagus. Begitu juga sebaliknya.

Akan tetapi, pada Murai Batu yang memiliki volume suara yang pelan, ada perawatan yang bisa diterapkan untuk coba memaksimalkan volume suaranya tersebut. Karena kadangkala, Murai Batu yang bervolume suara pelan itu bukan karena pita suara yang dimilikinya tidak bagus, tetapi karena rasa malas/enggan untuk mengeluarkan volume suara yang tinggi/kuat.

Berikut tips perawatan dalam upaya memaksimalkan volume kicauan Murai Batu :
  • Setiap pagi harus dilakukan pengembunan pada Murai Batu yang ingin dimaksimalkan volume suara kicauannya. Antara jam 6 – 7 pagi. Akan tetapi jika kondisi udara terlalu dingin, misalnya baru habis hujan, sebaiknya hari itu urungkan untuk melakukan pengembunan. Menghindari Murai Batu agar tidak terganggu kesehatannya.

  • Setelah dilakukan pengembunan, tentu perawatan selanjutnya yaitu penjemuran jangan sampai dilewatkan. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan suhu tubuh Murai Batu dari yang semula dingin akibat terkena embun, lalu coba dihangatkan kembali melalui penjemuran. Pun demikian penjemuran tidak perlu terlalu lama, cukup 30 menit saja, dan waktu paling lama yaitu 1 jam. Itu juga harus dilihat jam-jam melakukan penjemuran yang baik, tidak boleh lewat dari jam 10 pagi.

  • Tahap ketiga, Murai Batu harus dimasukkan pada kadang umbaran. Jika anda tidak punya, penting rasanya untuk anda buat. Dengan kandang umbaran akan membuat burung menjadi lebih aktif, ketimbang ditaruh dalam sangkar dengan ruang yang sempit. Pada kandang ini, upayakan suhu di sekitar terjaga (sejuk), tidak panas, dan ditempatkan pada tempat yang terbuka.


    Gambar 2. Kandang Umbaran

  • Pemandian pada Murai Batu juga perlu dilakukan pada siang hari. Apabila Murai Batu sudah terbiasa mandi dengan sendirinya dalam keramba, tentu merupakan hal yang sangat bagus, anda tinggal menyediakan keramba tersebut pada kandang umbaran tadi.

  • Untuk meningkatkan kualitas suara tidak terlepas juga dari faktor pakan yang anda berikan. Pakan-pakan olahan dalam proses ini ditunda untuk tidak diberikan pada Murai Batu, berikan ia pakan alami yang kaya vitamin dan bergizi baik, dalam hal ini direkomendasikan untuk memberikannya pakan kroto.

Dalam masa perawatan tersebut sebisa mungkin hindari Murai Batu untuk mendengar suara kicauan dari burung sejenis ataupun dari kicauan burung lainnya. Terapkan langkah di atas secara tekun dan rutin, biasanya dalam jangka waktu satu bulan akan mulai terlihat perubahan pada volume suara kicauannya. Untuk memancing Murai Batu berkicau, boleh diperdengarkan melalui kicauan Murai Batu yang diputar pada perangkat elektronik milik anda.

Sumber Referensi :
1. http://muraibatu.info/2014/10/ask-bagaimana-meningkatkan-volume-kicau-burung-murai-batu/

Sumber Gambar :
1. http://kicaumaniapacitan.blogspot.com/2013/05/cara-mengatasi-suara-serak-pada-murai.html
2. http://omkicau.com/2014/07/19/kreasi-kandang-umbaran-murah-meriah/

Monday, 20 February 2017

BORNEO BIRDS (BERMACAM JENIS BURUNG DIPULAU KALIMANTAN)


Borneo atau kalimantan adalah salah satu hutan hujan terluas didunia,memiliki berbagai macam jenis hewan dan tumbuhan.dalam bahasan kali ini kita bisa melihat berbagi macam jenis burung kicau yang ada dihutan kalimantan...selamat menyakikan semoga bermanfaat tambah ilmu pengetahuan kita tentang kekayaan alam indonesia...SALAM KICAU MANIA

Thursday, 16 February 2017

7 manfaat bawang putih untuk burung murai batu



Saudara kita dari Tionghoa tentunya sudah tidak asing lagi dengan minuman berupa rendaman air bawang putih atau memakan mentah-mentah bawang putih. Bagi masyarakat Tionghoa, bawang putih dipercaya mampu menjaga dan memelihara kekebalan tubuh serta menghangatkan tubuh.

Nah bagaimana jika bawang putih juga bisa dimanfaatkan pada burung-burung kicauan di rumah, bawang putih memiliki beberapa manfaat berguna bagi burung kicauan jika pemberiannya diberikan secara terukur dan tidak berlebihan.


Khasiat dan manfaat bawang putih pada burung kicauan
Rasanya memang belum banyak yang mengetahui jika Bawang putih juga baik dan bermanfaat jika diberikan pada burung kicauan, karena selama ini bawang putih hanya diberikan pada unggas lain saja seperti burung perkutut, merpati, derkuku atau burung puter.

Bawang putih biasanya akan diberikan pada unggas-unggas tersebut menjelang musim hujan supaya burung tidak mudah sakit dan hangat.

 Bawang putih segar.
Lantas bagaimana jika diberikan pada burung kicauan lain seperti burung kenari, gelatik atau burung ocehan lainnya. Berikut ini manfaat dan juga khasiat bawang putih untuk burung kicauan.

Manfaat bawang putih untuk burung kicauan.

Antibakteri.

Zat alisin yang terdapat pada bawang putih memiliki sifat antibakteri, beberapa bakteri yang dapat ditolak dengan asilin yaitu bakteri Salmonella, Escherichia, Streptococcus, Klebsiella, Bacillus dan lainnya.

Bawang putih bisa diberikan pada burung yang sedang mengalami gangguan pencernaan yang disebabkan oleh bakteri.

Anti jamur.

Selain memiliki khasiat anti bakteri, bawang putih juga bisa memiliki sifat anti jamur. Bawang putih mampu menghambat pembentukan mikotoksin, jadi bawang putih bisa digunakan untuk mencegah beberapa penyakit yang disebabkan karena jamur.

Anti parasit.

Dengan zat alisin yang terkandung di dalamnya, bawang putih cukup ampuh untuk mencegah beberapa jenis parasit yang bisa menyebabkan burung menjadi sakit.

Bersifat anti virus.

Bawang putih mampu meningkatkan kekebalan tubuh burung yang mengkonsumsinya, karena mampu meningkatkan kekebalan tubuh burung menjadikan burung terlindungi dari seranggan virus dari unggas sakit di sekitarnya.

Mencegah dan mengobati flu pada burung.

Beberapa kicau mania atau penyuka burung merpati biasa menyuapkan atau menambahkan bawang putih sebagai asupan pakan pada burung kesayangannya menjelang musim pancaroba, dimana pada musim tersebut banyak menyebabkan terjangkitnya penyakit flu dan juga pilek baik pada manusia maupun hewan di sekitar kita.

Bisa menghangatkan tubuh.

Bawang putih sudah cukup lama dikenal bisa digunakan untuk membantu menghangatkan tubuh, baik pada hewan seperti burung maupun manusia.

Membantu mengobati luka.

Bawang putih sering juga digunakan untuk mengobati luka pada burung kicauan, biasanya bawang putih digunakan sebagai terapi dalam membantu supaya bulu ekor atau sayap burung kembali tumbuh.

Demikian, sedikit pengetahuan dari manfaat dan khasiat bawang putih bagi burung kicauan kesayangan kita. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda semua, ide artikel dari blog Om.Duto yaitu blog burung Omkicau dot com.

Manfaat Embun Pagi Dan Sinar Matahari Bagi Burung Piaraan



Pagi hari adalah waktu yang tepat untuk mengeluarkan burung dari rumah. Embun pagi dan sinar matahari adalah sumber kehidupan bagi kehidupan mahluk yang berada di bumi, terutama bagi manusia dan hewan / burung. Ketika bangun pagi dan udara berganti dengan cuaca yang cerah tak menutup kemungkinan kita akan menghirup udara yang segar dan menghangatkan kulit dan bulu pada burung peliharaan kita.


Mari kita tengok manfaat sinar matahari bagi kesehatan tubuh kita dan burung peliharaan kita ;

- MATAHARI PAGI
- MENGANDUNG VITAMIN D (berkas sinar ultraviolet disaring dikulit merubah kolesterol menjadi vitamin D)
- MEMBENTUK DAN MEMPERBAIKI TULANG
- PENAWAR INFEKSI DAN PEMBUNUH BAKTERI
- MENINGKATKAN KEBUGARAN PERNAFASAN BAGI MANUSIA DAN BURUNG.
- MEMBUAT KEKEBALAN PADA TUBUH DAN BURUNG PIARAN

Menerima sengatan matahari selama 5 menit sama artinya dengan memberikan 400 unit vitamin D pada tubuh manusia dan burung piaraan. Pengembunan juga bermanfaat bagi burung yang macet berbunyi, serta bermanfaat bagi burung yang hanya ngeriwik saja.

Beberapa pendapat lain mengatakan pengembunan kurang cocok bagi burung paruh bengkok, seperti lovebird, parkit,dll serta burung cucak ijo yang tergantung karakter dan kebiasaan.

Tips perawatan harian dan tehnik pengembunan pada burung

Pengembunan akan lebih efektif untuk burung kicauan dari jenis anis atau punglor, tledekan kacer, murai batu, cucak ijo dalam kondisi tertentu dan kebiasaan.
Waktu yang tepat mengeluarkan burung untuk diembunkan sejak pukul 05.00 pagi hingga mendapatkan cahaya pertama sinar matahari dst.

Mengeluarkan semua makanan dan minum saat melakukan pengembunan, jangan memberi makan dan minum, terutama pemberian EBOD VIT & EBOD JOSS saat penjemuran.
Jika ingin memberikan EF hendaklah diberikan sebelum pengembunan atau saat sebelum penjemuran.

Tempatkan burung yang diembunkan pada lokasi yang aman, nyaman.
Setelah tehnik pengembunan & penjemuran bersihkan kandang harian dengan memakai JATI JAJAR yang bermanfaat membunuh kuman serta bakteri yang biasanya menempel pada sela-sela sangkar yang tak terlihat oleh kasat mata.

Mandikan burung jika terliahat ingin mandi, campurkan JATI JAJAR sesuai takaran yang tertera di kemasan botol, agar burung terhindar dari kutu yang bisa merusak kantung suara melewati pori-pori kulit.
Gantilah air minum setiap hari dan usahakan air minum yang digunakan adalah air kemasan, minimal air yang sudah di masak, lalu berikan 5 tetes EBOD VIT yang mengandung banyak vitamin dan bermanfaat pada kesehatan burung serta fisik burung pada saat dilombakan.

Berikan juga 5 tetes EBOD JOSS agar burung lebih aktif berbunyi /gacor.
Selanjutnya mengenai tehnik dan pemberian EF / extra foding tergantung dari setelan serta kebiasaan pada burung anada sendiri.

Sumber : www.mediaronggolawe.com

Tips Mengatasi Murai Batu Yang Mematuki Bulu Ekor/Sayap…


Kasus ini bisa terjadi karena murai tersebut tertekan mendengar suara murai lain yang lebih dominan atau dengan bahasa lain yang lebih halus diistilahkan Over Birahi, tetapi menurut saya istilah Over Birahi ini terlalu umum sekali. Kasus ini apabila tidak segera ditanggulangi akan menjadi penyakit kronis secara physikologis. Kami istilahkan di sini tertekan karena biasanya terjadi pada burung murai yang usianya relativ masih muda dan terus menerus mendengar suara murai yang lebih mapan, jadi tidak harus otomatis berarti murai muda itu ketakutan. Kejadian ini juga bisa terjadi kepada kita manusia, pernakah kita sewaktu masa kecil berurusan denga preman? Hati kita sebetulnya berani melawan si preman tersebut tetapi karena saat itu kita merasa masih lebih kecil atau si preman tersebut banyak rekan2-nya akhirnya kita harus menahan diri kan? Kesal sih kesal tetapi memang sikon yang belum memungkinkan. Nah kurang lebih kasusnya sama dengan burung, khususnya burung murai batu yang memang fighter sejati.

 Biasanya kasus ini terjadi pada burung yang usianya masih muda tetapi oleh kita sering2 dilombakan, pertama kemudian kedua kali dilombakan masih selamat tetapi kalau lagi sial tiba2 dievent lomba berikutnya gantangan murai kita harus berdampingan langsung dengan murai jawara sejati yang memang typikal suaranya menekan ditambah murai kita saat itu kondisinya lagi kurang fit dan kebetulan juga murai kita itu memiliki mental fighter yang tinggi kemungkinan sekali kasus ini bisa terjadi. Sesampainya di rumah biasanya amarahnya murai muda tersebut masih ter-bawa2, istilahnya nafsu besar tenaga kurang, tanpa pemantauan yang cermat dan sekali lagi badan kita lagi sial bisa jadi murai muda itu seiring dengan berjalannya waktu mulai matukin bulu yang biasanya dimulai dari bulu ekor kemudian merembet ke bulu sayap. Ada yang menganjurkan dilombakan lagi saja supaya amarahnya terlampiaskan, DIJAMIN burung tersebut tidak akan benar kinerjanya. Lha bagaimana mau benar penampilannya wong birahi siburung tidak dalam ke adaan stabil??? Bisa2 ngebatman atau nabrak2 jeruji saja se-olah2 murai ter sebut mau mengajak berantem ngadu physik langsung dengan murai tetangga gantangannya. Kasus ini bisa juga terjadi di rumah kita sendiri bilamana kita membeli seekor burung murai muda tetapi kita tidak memperhatikan bahwa di rumah kita sudah ada murai lain yang sudah gacor dan usianya juga sudah mapan. Kalau murai muda tersebut terus menerus mendengarkan suara murai tua tadi dan kebetulan murai muda kita yang baru beli ini sudah berani melawan burung murai lainnya dan kebetulan mental fighternya juga tinggi maka kalau badan lagi sial kasus ini kemungkinan bisa terjadi juga. Jadi ber-hati2 lah apabila kita mendapatkan murai muda yang memang mental fighternya tinggi tidak cukup hanya dengan merasa senang dan bangga saja akan tetapi harus dibarengi konsekuensi2 yang harus dijalankan juga, sebagai contoh yang gampang mengenai penempatannya dan pola setingan menu hariannya juga patut diperhatikan. Apabila kasus ini sampai terjadi pada salah satu burung murai kita maka salah satu penanggulangan yang sejauh ini kami ketahui adalah : Pertama, kita ungsikan dahulu salah satu murai kita, disarankan dalam hal ini mungkin lebih baik yang diungsikan murai yang sering mengeluarkan suara itu agar supaya kita bisa lebih fokus memantau murai lainnya yang sedang bermasalah ini. Kedua, setingan menu harian jangkrik diturunkan misal yang awalnya pagi dan sore masing2 5 ekor menjadi 3 ekoran saja.
 Pemberian kroto bisa tetap seperti se mula. Untuk sementara pem berian semua jenis vitamin2 diberhentikan dahulu. Ketiga, penjemuran secukupnya saja jadi jangan sampai berlebihan. Keempat, kerodong kita buka saja mulai dari pagi sampai jam 17.30an atau bahkan sampai jam 18.00. Therapi ini dijalankan 3 minggu sampai 4 minggu kemudian untuk selanjutnya kita pantau lagi. Kelima, di atas alas karpet sangkar kita tambahkan alas koran tetapi setiap hari harus diganti dengan yang baru, alas koran ini dimaksudkan untuk pengalihan amarah siburung murai tersebut. Ada juga yang menyarankan di dalam sangkar murainya dimasukkan burung gereja atau jenis burung kecil lainnya untuk pelampiasan amarahnya tetapi untuk yang satu ini tidak kami sarankan, sebagai alternativnya kita gantikan saja dengan alas koran tadi yang terpenting fungsinya sama. Semoga share ini bisa bermanfaat, seperti biasanya silahkan menambahkannya demi ke pentingan bersama….